Sort By :   Date     |     Replies     |     Likes

5
Likes
0
Replies

Syarief Ramaputra
15 November 2017 16:01
(HOAX) : Informasi Tentang Jembatan Peudada di Aceh Ambruk

(SUMBER) : Facebook

(NARASI) : Aceh kembli berdka shbatqu smuanya.,,,tdi jam 3 jmbatan banda aceh peudada patah dan ambruk.,,,mobil sdag jlan jtuh ke sugai.,,,dan 13 orag nlayan trcepit dibwah jmbtan,.,

(FAKTA & PENJELASAN) :

Masyarakat di Kabupaten Bireuen bahkan di sejumlah kabupaten/kota lainnya di Aceh, dihebohkan berita hoax yang mengabarkan bahwa Jembatan Peudada patah dan ambruk.

Info hoax itu menyebutkan Jembatan Peudada ambruk dan puluhan mobil jatuh ke sungai. Informasi yang tersebar melalui media sosial itu telah menimbulkan kekhawatiran banyak pihak.
Padahal, fakta sebenarnya, Jembatan Peudada masih normal.

“Nggak ada itu. Semua hoak besar dan sudah mengganggu warga dan pengguna jalan saja,” kata Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto SE SH melalui Kasat Polair Polres Bireuen, Iptu Ameer Hamzah kepada Serambinews.com, Senin (13/11/2017).

Sementara Camat Peudada, Cut Hasan kepada Serambinews.com mengatakan, tidak ada kerusakan Jembatan Peudada dan semua aktivitas lalu lintas berjalan lancar.

Untuk diketahui, satu postingan yang tersebar melalui media sosial menulis "Aceh kembali berduka sahabatku, tadi jam 3 jembatan Banda Aceh-Peudada patah dan ambruk 24 mobil jatuh sedang jalan jatuh ke sungai dan 13 orang nelayan terjepit dibawah jembatan bersama"

Berdasarkan penelusuran Serambinews.com, info hoax itu dipublis di akun Yahya Ramadhani Chrystal. Menyikapi hal itu, Camat Peudada, Cut Hasan langsung ke lokasi dan memotret jembatan tersebut dalam keadaan masih utuh.

“Nyan berita hoak, nyo foto Jembatan Peudada jino (Itu berita hoax, ini foto jembatan Peudada sekarang),” demikian Camat Peudada Cut Husen.

(REFERENSI) :

http://aceh.tribunnews.com/2017/11/13/informasi-tentang-jembatan-peudada-ambruk-hoax-ini-faktanya

https://www.goaceh.co/berita/baca/2017/11/14/info-hoax-jembatan-peudada-bireuen-ambruk-di-facebook-bikin-resah#sthash.3eEfKcoE.dpbs
14
Likes
3
Replies

Aribowo Sasmito
15 November 2017 13:53
[HOAX] Michael Jackson "Islam In My Veins" Unpublished Song

SOURCE
(1) https://goo.gl/3kj2JU, shared 19.337 times when screenshot was taken.
(2) https://goo.gl/yhXZ2P < tap or click to see those who also shared (public posts).

NARRATION
(1) "Unpublished Michael Jackson song about Kabah,,let's listen..??Labbaikallaahumma Labbaik, Labbaika Laa Syariika Laka Labbaik, Innal-hamda Wan-ni'mata Laka Wal-mulka Laa Syariika Lak".
(2) Other narrations with different variation.

EXPLANATION
The singer of this song is Irfan Makki, not Michael Jackson.

REFERENCE
https://youtu.be/-0pSNW0X-Ng, "Islam in my veins / Waiting for the Call
46,742 views
islamic13oy
Published on Jul 24, 2009
SUBSCRIBE 144
SUBSCRIBE SUBSCRIBED UNSUBSCRIBE
singer : Irfan makki ( 2005 )
Category Music
License Standard YouTube License".

NOTE
This debunk is also published in English because Facebook search also found public posts from non-Indonesian users.

+++++++++

[HOAX] Lagu Michael Jackson "Islam In My Veins" Yang Tidak Dipublikasikan

SUMBER
(1) https://goo.gl/3kj2JU, sudah dibagikan 19.337 kali ketika tangkapan layar dibuat.
(2) https://goo.gl/yhXZ2P < tap or klik untuk melihat yang turut membagikan (public posts).

NARASI
(1) "Lagu Michael Jackson tentang Kabah "Islam in my veins" yang tidak diedarkan,,dengarin yuk..??Labbaikallaahumma Labbaik, Labbaika Laa Syariika Laka Labbaik, Innal-hamda Wan-ni'mata Laka Wal-mulka Laa Syariika Lak".
(2) Narasi-narasi lainnya dengan variasi yang berbeda-beda.

PENJELASAN
Penyanyi lagu ini adalah Irfan Makki, bukan Michael Jackson.

REFERENCE
https://youtu.be/-0pSNW0X-Ng, "Islam in my veins / Waiting for the Call
46,742 views
islamic13oy
Published on Jul 24, 2009
SUBSCRIBE 144
SUBSCRIBE SUBSCRIBED UNSUBSCRIBE
singer : Irfan makki ( 2005 )
Category Music
License Standard YouTube License".

CATATAN
Bongkaran hoax ini juga dipublikasikan dalam bahasa Inggris karena pencarian Facebook menemukan juga post-post public yang berasal dari pengguna non-Indonesia.
11
Likes
1
Replies

Levy Abubakar Madila Nasution
15 November 2017 12:53
[KLARIFIKASI] Video Mayat Timbul Dari Tanah Kuburan

Sumber : Media Sosial

Narasi :

Wah... seumur-umur baru ini liat kejadian aneh
Apakah ini pertanda alam sudah bosan ?? Seperti lagu itu.…

Penjelasan :

Sebuah video berbau mistis terjadi di pemakaman Kelurahan Sei Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, Kalimantan Barat. Video itu mempertontonkan mayat yang timbul dari tanah kuburan.Dari video yang beredar di media sosial, terlihat warga mengerumuni lokasi. Viralnya video tersebut membuat geger masyarakat Indonesia.

Kepala Urusan Liputan Produksi Dokumentasi (Lipprodok) Humas Polda Kalbar AKP Cucu Safiyudin memberikan penjelasan terkait peritiwa heboh itu.

Dikutip dari detik.com, Cucu mengatakan mengatakan mayat tersebut adalah jenazah warga setempat. "Berdasarkan keterangan Winto dan Abid sepupu dari alm Asnah menyatakan bahwa mayat timbul tersebut adalah benar ibu kandung Saudara Winto yang sudah meninggal dan dimakamkan sejak 30 hari yang lalu," ujar Cucu dalam pesan kepada detikcom, Rabu (15/11/2017).

Cucu mengatakan jenazah tersebut telah dikuburkan 30 hari yang lalu. Diduga adanya air pasang dan struktur tanah yang lembek menjadikan mayat tersebut timbul dari dalam tanah.

"Kemungkinan akibat air pasang di pemakaman umum Gang Kenari, Pontianak Barat. Struktur tanah di pemakaman sangat lembek disebabkan posisi tanah yang rendah sehingga jika hujan dan air pasang tanah tersebut menjadi lembut," jelas Cucu.

Keluarga almarhum serta warga setempat akhirnya menguburkan kembali mayat tersebut. Mayat dikuburkan menggunakan peti jenazah.

"Atas kejadian tersebut, Polsek Pontianak Barat menghubungi ketua RT dan sekretaris RT serta keluarga almarhum. Telah dilakukan koordinasi dengan pihak keluarga agar menguburkan kembali jenazahnya dengan menggunakan peti terbuat dari kayu," kata Cucu.

https://news.detik.com/berita/d-3727593/viral-video-mayat-timbul-dari-tanah-kuburan-ini-faktanya?_ga=2.194261741.151100407.1510656039-18310842.1509424493

http://wow.tribunnews.com/2017/11/14/warga-pontianak-dihebohkan-jenazah-dalam-kubur-tiba-tiba-muncul-ke-permukaan-tanah?_ga=2.157963130.1573479221.1510569408-1024617121.1509422102

https://www.youtube.com/watch?v=Tv3bKgiYk9s
4
Likes
3
Replies

Dedy Helsyanto
15 November 2017 12:47
[HOAX] Budi Waseso Nyalon di Pilgub Sumut Melalui PDIP

SUMBER: Media Sosial

NARASI:
Setelah mengerucut beberapa nama calon calon Pilgub di Pulau Jawa, Sepertinya para DPP sudah memulai konsentrasi nya ke Sumut.
Hangat berhembus kabar bahwa Pak Budi Waseso Kepala BNN sudah mendaftarkan diri dan berkomunikasi secara intens dengan DPP PDI-P.
Semakin berwarna PILGUBSU kita....!!!

PENJELASAN:
Isu Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) menyalonkan diri sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) Sumatera Utara 2018 dengan mendaftarkan diri melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak benar adanya atau hoax.

Kepala Biro Humas BNN Kombes Pol Sulistiandriatmoko telah membantah informasi tersebut dengan mengatakan itu adalah berita bohong, “Berita yang beredar itu hoaks,” katanya, Kamis (2/11).

Hal senada disampaikan, Ketua DPP PDIP Bidang Perekonomian, Hendrawan Supratikno yang menyatakan belum mendengar nama mantan Kepala Bareskrim Polri tersebut mendaftarkan diri ke PDIP. Menurutnya hingga saat ini partainya masih menimbang-nimbang sejumlah nama cagub atau cawagub yang memang telah lama beredar dalam beberapa bulan ini.

Sebelum informasi majunya Buwas dibantah oleh pihak BNN dan internal DPP PDIP, isu ini dapat dikatakan berasal dari politisi PDI Perjuangan Sumut, Sutrisno Pangaribuan. Sutrisno yang diwawancara awak media pada, Selasa (31/10) memaparkan harapannya agar Buwas dapat menjadi Bacagub dari partainya. "Nama Pak Buwas sudah muncul dan jadi pembicaraan kader PDIP di Sumut. Mungkin sudah mendaftar atau melakukan komunikasi dengan DPP PDIP. Kami di sini masih menunggu," ujar Sutrisno.

Diketahui Buwas sudah beberapa kali diisukan sebagai figur yang akan maju menjadi Bacagub, seperti di DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

REFERENSI:
1.https://news.okezone.com/read/2017/10/31/340/1805876/wah-nama-komjen-buwas-disebut-bakal-ikut-di-pilgub-sumut-2018
2. http://www.solopos.com/2017/11/02/budi-waseso-nyalon-gubernur-sumut-lewat-pdip-ternyata-hoax-865518
3. http://www.semarangpos.com/2017/11/02/budi-waseso-nyalon-gubernur-sumut-lewat-pdip-ternyata-hoax-865518
4. http://www.rmolsumut.com/read/2017/11/07/52196/Nama-Budi-Waseso-Muncul-Karena-Tengku-Erry-Rawan-Kalah-
3
Likes
2
Replies

Made Dimas Kusuma Putra
15 November 2017 12:28
(edukasi)

"Tahun Lalu, Media Sosial Digunakan untuk Mempengaruhi Pemilu di Sedikitnya 18 Negara
Media sosial bukan hanya untuk foto anak kucing dan meme politik paman Anda lagi. Ini semakin merupakan alat yang digunakan pemerintah untuk mempengaruhi pemilihan dan menumbangkan demokrasi, menurut sebuah laporan baru oleh kelompok advokasi demokrasi Freedom House.
Laporan tersebut menemukan bahwa setidaknya 18 negara, termasuk Amerika Serikat, melakukan pemilihan mereka dimanipulasi melalui media sosial selama setahun terakhir. Penyebaran disinformasi juga berkontribusi terhadap keseluruhan penurunan kebebasan Internet di seluruh dunia selama tahun ketujuh berjalan, dan berkontribusi pada serangan kekerasan terhadap aktivis hak asasi manusia dan wartawan, menurut laporan tersebut.
Campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun lalu dan pemungutan suara Brexit sekarang telah didokumentasikan dengan baik, namun laporan Freedom House menemukan bahwa bukan hanya kekuatan asing yang mencoba mempengaruhi pemilihan. Turki, Venezuela, Filipina, dan lebih dari dua lusin negara lain menggunakan "pembentuk opini" yang menyebarkan poin pembicaraan pemerintah dan menutup kritik di dalam perbatasan mereka sendiri. Jumlah negara yang mencoba membentuk diskusi online dengan cara ini telah meningkat setiap tahun sejak Freedom House mulai melacaknya di tahun 2009 (gambar di atas adalah gambar Freedom House tentang kebebasan internet global untuk tahun ini).
Laporan tersebut menunjukkan bahwa sementara negara-negara seperti China dan Rusia telah mempekerjakan tentara online untuk menyebarkan propaganda atau menutup situs selama setidaknya satu dekade, sistem otomatis seperti bot dan algoritma semakin menciptakan cara baru untuk mengganggu demokrasi yang sulit untuk dilacak, namun untuk sepenuhnya dipahami
Beberapa negara tampaknya memperhatikan. Uni Eropa meminta bantuan dalam memerangi disinformasi dan telah menciptakan sebuah kelompok ahli untuk memerangi berita palsu. Jerman mendapat perhatian khusus sebelum pemilihannya awal tahun ini untuk memastikan sistemnya aman dari campur tangan.
Dalam ukuran yang agak drastis, Somaliland, republik yang mendeklarasikan diri di Somalia barat laut, memblokir selusin situs media sosial selama pemilihan yang akan datang. Human Rights Watch telah memperingatkan bahwa media sosial diperlukan untuk pemilihan yang bebas dan adil - namun Somaliland yakin bahwa taktik tersebut diperlukan setelah serangkaian cerita palsu menyebar secara verbal online.
SUMBER: Rumah kebebasan KREDIT GAMBAR: Rumah kebebasan
Diposting oleh Jackie Snow
14 November 2017 4:05 PM" (Google Translate, https://goo.gl/7Q7cjf).

"Last Year, Social Media Was Used to Influence Elections in at Least 18 Countries
Social media isn’t just for photos of kittens and your uncle’s political memes anymore. It’s increasingly a tool governments use to influence elections and subvert democracy, according to a new report by the democracy advocacy group Freedom House.
The report found that at least 18 countries, including the United States, had their elections manipulated through social media over the last year. The spread of disinformation also contributed to the overall decline of Internet freedom across the world for the seventh year running, and contributed to violent attacks on human-rights activists and journalists, according to the report.
Russian meddling in last year’s U.S. presidential election and the Brexit vote is by now well-documented, but the Freedom House report found that it wasn’t just foreign forces that were trying to sway elections. Turkey, Venezuela, the Philippines, and more than two dozen other countries employed “opinion shapers” that spread government talking points and shut down critics within their own borders. The number of countries trying to shape online discussions in this way has risen every year since Freedom House began tracking it in 2009 (the image above is Freedom House’s graphic of global Internet freedom for this year).
The report points out that while countries like China and Russia have employed online armies to spread propaganda or shut down sites for at least a decade, automated systems like bots and algorithms are increasingly creating new ways of disrupting democracy that are harder to track, and yet to be fully understood.
Several countries seem to be taking note. The EU is asking for help in fighting disinformation and has created an expert group to combat fake news. Germany took special care before its election earlier this year to make sure its systems were safe from meddling.
In a somewhat more drastic measure, Somaliland, the self-declared republic in northwest Somalia, is blocking a dozen social-media sites during its upcoming election. Human Rights Watch has cautioned that social media is necessary for a free and fair election—but Somaliland believes the tactic is necessary after a rash of fake stories spread virally online.
SOURCE: FREEDOM HOUSE IMAGE CREDIT: FREEDOM HOUSE
Posted by Jackie Snow
November 14th, 2017 4:05PM".

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10155840033589798&id=17043549797